“Waxing boleh dilakukan, nggak ada masalah. Itu kebutuhan masing-masing ya. Tapi saya rasa cukup sehat, cukup baik,” kata dr Ni Komang Yeni DS, SpOG atau yang akrab disapa dr Yeni, wakil ketua Perkumpulan Menopause Indonesia Cabang Jakarta Raya (PERMI RAYA). Domino99

Banyak alasan mengapa wanita memilih mencukur habis rambut kemaluan dengan cara waxing. Salah satunya agar merasa lebih percaya diri saat bercinta dengan pasangan. Namun demi alasan kesehatan, bolehkah waxing dilakukan?

Lagipula menurut dr Yeni, apabila pubic hair atau rambut kemaluan terlalu tebal, ini juga akan mempengaruhi kelembaban sekitar area vagina.

“Karena biasanya justru kalau rambut vaginanya terlalu tebal kita habis cuci misalnya, terus kita mau pakai celana, walaupun sudah kita wipe pakai handuk, itu kan masih basah,” ujar dr Yeni.

“Nah setelah itu pakai celana, abis itu pakai jeans seharian, nah itu masih lembab biasanya jamur akan dengan mudah tumbuh,” sambungnya.

Dikatakan dr Yeni, mencukur rambut kemaluan dengan gunting pun boleh. Akan tetapi tidak disarankan menggunakan pisau cukur karena rambut kemaluan nantinya akan tumbuh menjadi kasar dan tidak sesuai arah.

“Apalagi pas dicukurnya nggak sesuai arah, itu yang menimbulkan folikulitis, jerawat-jerawat di area vulva, di area bibir kemaluan,” pungkas dr Yeni.

Advertisements